Istilah “data science” muncul dalam berbagai konteks pada tiga puluh tahun belakangan akan tetapi tidak menjadi istilah yang menyakinkan sampai belakangan ini. Pada penggunaan awalnya, digunakan sebagai pengganti untuk computer science oleh Peter Naur tahun 1960. Naur kemudian mengajukan istilah “datalogy“. Pada tahun 1974, Naur mempublikasikan Concise Survey of Computer Methods, yang secara bebas menggunakan istilah data science dalam survey-nya pada metoda kontemporer data processing yang digunakan dalam aplikasi yang sangat banyak.

       Pada tahun 1996, anggota International Federation of Classification Societies (IFCS) bertemu di Kobe untuk conference dua tahunan. Disini, untuk pertama kali, istilah data science dimasukan dalam judul conference (“Data Science, classification, and related methods”), setelah istilah tersebut di perkenalkan di diskusi roundtable oleh Chikio Hayashi.

    Pada bulan November 1997, C.F. Jeff Wu memberikan pidato pengukuhan berjudul “Statistics = Data Science?” untuk posisi H. C. Carver Professorship di University of Michigan.

         Pada kesimpulannya, dia mengusulkan untuk penggunaan istilah “data science” untuk keperluan modern dan non-computer science, dan mengadvokasi agar statistik di rename menjadi data science dan ahli statistik sebagai data scientist.

         Selanjutnya, dia mempresentasi kuliah berjudul “Statistics = Data Science?” sebagai pertama kali dari kuliah P.C. Mahalanobis Memorial Lectures 1998. Kuliah ini untuk menghormati Prasanta Chandra Mahalanobis, seorang ilmuwan dan ahli statistik india dan founder of the Indian Statistical Institute.

      Pada tahun 2001, William S. Cleveland memperkenalkan data science sebagai disiplin ilmu tersendiri, extending ilmu statistik dan memasukan “advances in computing with data” dalam tulisannya “Data Science: An Action Plan for Expanding the Technical Areas of the Field of Statistics,” yang di publikasikan di Volume 69, No. 1, edisi April 2001 dari International Statistical Review / Revue Internationale de Statistique

     Pada bulan April 2002, International Council for Science (ICSU): Committee on Data for Science and Technology (CODATA) mulai Data Science Journal, sebuah publikasi yang fokus pada isu seperti deskripsi dari data system, yang di publikasi di Internet, dengan berbagai aplikasinya dan isu legal. Tidak lama sesudah itu, pada bulan Januari 2003, Columbia University mulai mempublikasikan The Journal of Data Science, yang menjadi platform bagi semua data worker untuk mempresentasikan pandangan mereka dan bertukar fikiran. Jurnal ini sebagian besar dikhususkan untuk penerapan metode statistik dan penelitian kuantitatif. Pada tahun 2005, National Science Board mempublikasikan “Long-lived Digital Data Collections: Enabling Research and Education in the 21st Century” dan mendefinisikan data scientist sebagai “the information and computer scientists, database and software and programmers, disciplinary experts, curators and expert annotators, librarians, archivists, and others, who are crucial to the successful management of a digital data collection” yang aktifitas utamanya adalah untuk “conduct creative inquiry and analysis.”

     Sekitar 2007, Turing award winner Jim Gray membayangkan “data-driven science” sebagai “fourth paradigm” dari pengetahuan yang menggunakan computational analysis dari data yang besar sebagai primary scientific method dan “to have a world in which all of the science literature is online, all of the science data is online, and they interoperate with each other.”

    Pada tahun 2012 Harvard Business Review dalam artikel “Data Scientist: The Sexiest Job of the 21st Century”, DJ Patil meng-claim telah menggunakan istilah ini pada tahun 2008 dengan Jeff Hammerbacher untuk mendefinisikan pekerjaan mereka di LinkedIn dan Facebook. Dia menambahkan bahwa data scientist adalah “a new breed”, dan “shortage of data scientists is becoming a serious constraint in some sectors”, tapi menjelaskan role yang lebih business-oriented.

       Pada tahun 2013, IEEE Task Force on Data Science and Advanced Analytics di luncurkan. Pada tahun 2013, pertama kali “European Conference on Data Analysis (ECDA)” di organized di Luxembourg, establishing the European Association for Data Science (EuADS). Untuk pertama kalinya international conference: IEEE International Conference on Data Science and Advanced Analytics di luncurkan pada 2014. Pada 2014, General Assembly meluncurkan student-paid bootcamp dan The Data Incubator meluncurkan competitive free data science fellowship. Pada tahun 2014, American Statistical Association bagian Statistical Learning and Data Mining mengganti nama jurnalnya menjadi “Statistical Analysis and Data Mining: The ASA Data Science Journal” dan pada 2016 mengubah nama section-nya menjadi “Statistical Learning and Data Science”. Pada tahun 2015, International Journal on Data Science and Analytics diluncurkan oleh Springer untuk mempublikasikan original work pada data science dan big data analytics. Paa bulan September 2015 Gesellschaft für Klassifikation (GfKl) menamahkan nama dari society “Data Science Society” pada ECDA conference ke tiga di University of Essex, Colchester, UK.

Leave a Reply

Advertisements
AddMeFast.com - FREE Social Promotion